Login SIAKAD
Username
Password

Strict Standards: Only variables should be passed by reference in /home/pasca/domains/pasca.unesa.ac.id/public_html/common.php on line 460

Menjauhkan Maba dari Perpeloncoan

Sumber Foto : www.unesa.ac.id
Surabaya - Himpunan mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi (Hima JPE) Universitas Negeri Surabaya memiliki cara sendiri untuk mengenalkan seluk-beluk kampus kepada mahasiswa baru (maba). Sistem mentoring dipilih dan dianggap efektif untuk mengenalkan kehidupan kampus.

Menurut Ketua Hima JPE, Ahmad Noor Fuadi, metode tersebut untuk menghindari perpeloncoan. “Lewat cara ini maba dapat memahami dunia kampus dan segera beradaptasi. Sebab, perpindahan dari masa SMA ke perguruan tinggi merupakan masa transisi yang rawan,” tegasnya.

Materi yang diberikan dalam mentoring disesuaikan dengan kurikulum universitas. Di antaranya, tentang empat pilar kebangsaan, keorganisasian, kewirausahaan, cara-cara mendapatkan beasiswa, dan sebagainya.

Harapannya, setelah dilakukan mentoring selama satu semester, maba bisa mandiri namun tak apatis. “Perkembangan zaman membawa generasi ini menjadi apatis dan individualis. Generasi muda menjadi tidak lagi kritis dan solutif bagi lingkungannya,” tambah Fuadi.

Senada dengan itu, ketua pelaksana mentoring Reza Ayu Palupi menyampaikan, mahasiswa adalah generasi harapan bangsa yang di dalam dirinya terdapat tiga beban, menjadi agent of change, social control, dan iron stock. Di samping, mahasiswa juga harus bisa memahami dan melaksanakan tri darma perguruan tinggi.

Untuk itu, selain mengembangkan hard skill, mahasiswa juga harus mengembangkan soft skill. Di mentoring ini maba diajak mengeksplorasi lingkungannya agar tak apatis. Karena kuliah tak sekadar mengejar nilai, tandas dia.

Mentoring diwajibkan bagi setiap mahasiswa sebab termasuk bagian dari program Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru PKKMB tingkat jurusan. Kehadiran dan keaktivan maba dalam masa mentoring juga masuk dalam penilaian dan menentukan kelulusan PKKMB. Bentuk pelaksanaannya adalah diskusi.

Maba JPE dibagi menjadi 24 kelompok yang setiap kelompok beranggotakan 14 sampai 15 maba dengan satu mentor. Mentor bertugas memberi materi yang telah ditentukan dengan pelaksanaannya disesuaikan waktu kuliah agar tak mengganggu jam pelajaran, pungkas Reza. (Syaiful/Humas)

www.unesa.ac.id